Kebiasaan yang dilakukan ketika hamil Kimi (jadul)

Sekarang ini aku sedang menulis blog sambil ngedengerin classic music untuk bayiku :)
Katanya majalah-majalah sih kalau musik klasik itu baik untuk perkembangan otak bayi. Jadi yaa..kucoba saja tak salah toh? Pembuktian benar tidaknya musik klasik itu nanti ketika anakku mulai berumur dua tahun lebih, kalau anak ini nantinya cepat menguasai gerakan-gerakan motoriknya yaa berarti musik klasik memang baik dan anda-anda para wanita memang harus mencobanya nanti ketika dirahimmu ditumbuhi makhluk kecil titipan Tuhan itu.
Tetapi kebiasaan mendengarkan musik klasik ini paling sering kulakukan ketika weekend tiba, itupun kalau aku dan keluargaku (red : suamiku, adik iparku, pembantuku) tidak mudik ke Bandung, dimana orangtuaku, adik-adik, dan keluarga suamiku berada.
Kesibukan kerjalah yang membuatku tidak terlalu sering mendengarkan musik klasik ini. Tapi aku juga punya kebiasaan, kalau masih in the mood sebelum tidur malam, kunyalakan saja tape yang memperdengarkan musik klasik. Jadi sambil menuju ke alam mimpi, musik klasik tetap mengalun dan kuharap sampai ke telinga bayiku. Perlu diketahui, aku ini sebenarnya tipe orang yang kalau tidur gak bisa mendengar musik karena, jadinya aku malah mendengarkan musik itu, bukan tidur. Musik yang kusuka justru akan mengganggu jika kudengarkan sebelum tidur. Tetapi, anehnya untuk musik klasik, hal itu tidak berlaku padaku ! Entah kenapa, justru semakin aku terhanyut dalam alunan nada-nadanya, makin aku terhanyut ke alam mimpi yang indah dan nyaman... Mungkin inilah yang disebut oleh majalah yang kubaca '...classic music dapat merilekskan nerves dalam otak kita...'
Aku memang terobsesi kalau nanti anakku kelak akan menjadi orang yang cerdas, dalam arti dia pandai segalanya, apapun yang diajarkan padanya, dia cepat mengerti. Yaa... gak seperti Einstein bangetlah, minimal banget seperti Ayahnya saja, jangan seperti aku, hehe.
Karena itulah, selain mendengarkan musik klasik, aku juga rajin minum susu untuk pregnant mother. Dulu pas awal aku hamil, aku tidak tahu kalau waktu itu aku hamil. Huh, kalau mengingat awal-awal aku tahu bahwa aku hamil itu, keadaannya pas sedih banget. Waktu itu aku lagi ditinggal suami. Suami lagi pergi dinas ke negara orang, aku ditinggal. Semasa ditinggal, aku rajin melamar kerja, hingga panggilan-panggilan wawancara kulakoni saja sendiri di Jakarta yang 'sumpek' ini. I don't know why, kalau Jakarta ini sering membuatku merasa tersiksa. Apalagi kalau lagi naik transportasi umumnya, lalu aku memandangi wajah-wajah orang yang lemah, kuyu, dan lesu didalam kendaraan tersebut, makin menguatkan pendapatku, bahwa life is hard. Naasnya, aku bukan tipe orang yang mandiri, kemana-mana aku jarang sendiri. sampai kuliah saja, mamaku yang masih setia mengantar-jemputku. Semasa kuliah pun, kalau ada teman yang mengajakku jalan kesuatu tempat saja, aku langsung berpikir 'ah, ntar aku tidak bisa pulang, dan pasti akan menyusahkan mamaku kalau aku minta jemput dia'. Bayangkan, padahal saat itu aku masih di Bandung, Kota yang menurutku more peaceful daripada Jakarta.
Okeh, kebayang kan tipe orang sepertiku ditaruh di Jakarta. Manalagi saat aku mulai berkelana sendiri mendatangi panggilan-panggilan kerja, ditambah lagi rasa kesepian dan kerinduan yang suangat pada suami saat itu. Ditambah pula, aku harus bertanya-tanya pada orang yang tak kukenal mengenai jalur angkutan yang dapat membawaku selamat ke tempat tujuan. Selang seminggu dari panggilan kerja, akhirnya membuahkan hasil juga, ada perusahan konsultasi dan training yang menerimaku. Ya, kerjalah aku. Hari pertama kerja malah pulangnya membawa air mata karena hampir tersesat dijalan. Hehe, parah ya aku.
Besoknya pun sedikit ada sedih dan sedikit berbahagia juga, alat tes kehamilan yang kubeli menunjukkan bahwa aku positif hamil. mengapa sedikit berbahagia? karena aku pikir ini tidak nyata, dan juga kalaupun benar hamil ada perasaaan bersalah juga, karena aku sudah banyak jalan kaki mengarungi Jakarta, apakah bayiku akan baik-baik saja nantinya? Ada semacam rasa was-was juga. Tapi berita ini membuat suamiku senang mendengarnya, juga keluargaku senang.
Yah itulah sepenggal cerita diawal-awal kehamilanku. Oiya, setelah tau bahwa saat itu umur kandungan sudah hampir dua bulan, besoknya langsung aku beli susu hamil, dan kuminum banyak-banyak, menebus rasa bersalahku pada janin, hehe.
Sekarang, aku sudah mulai bisa tegar tinggal di Jakarta :) aku mulai menikmati pekerjaanku.
Oiya, yang paling senangnya lagi adalah, bayiku sudah mulai menendang-nandang perutku :) kuanggap ia temanku saat aku sedang bekerja, maklum memang kerjaku ini sendirian, namanya juga konsultan, kerja di kantor orang, tak punya teman. Mangkanya, bagiku keluarga ketika sampai dirumah adalah sangat berharga. Karena merekalah teman terbaikku.
Akhir-akhir ini aku juga senang mencari resep-resep masakan Indonesia yang mudah dipraktekkan. Suatu saat aku pasti akan jadi Ibu Rumah Tangga, dan harus bisa masak! Suamiku juga orang yang 'rajin' makan, haha, jadi membuatku semangat untuk bisa masak enak.
Salah satu hobiku juga, mencaritahu apakah jenis investasi yang terbaik dijaman sekarang. Anda pasti akan merasakannya setelah hidup berumahtangga. Apalagi yang anda pikirkan ketika anda membentuk sebuah keluarga, kalau bukan investasi / savings. Nanti aku akan share banyak mengenai masalah ini ^_^ see you !

Comments

CynThinks said…
Ikeee kok belum ada posting baru lagi? =)

Popular Posts