Nahl kejang demam pertama kali



Alhamdulillah badainya udah berlalu...terimakasih ya Allah..walau menyisakan trauma mendalam tetapi alhamdulillah makin saling sayang sekarang kimi dan Nahl..

Seumur hidupnya yang baru 4 tahun itu, lusa kemarin itu nahl mengalami kejang demam. Ya memang aku akui diet sehat tidak berjalan mulus selama bulan ramadhan kemarin, walau masih sering dikasih buah2an dan green smoothie tapi no bone broth at all, no raw egg, gorengan almost everyday, apalagi hari2 pas mendekati lebarannya aku ga kontrol lagi. Nahl bebas memakan apa saja yg dia suka. Selain pola makan yg kurang terkontrol, kami memang abis pulang mudik dari bandung ke jakarta..nyampe sore langsung bersih2 rumah yang penuh debu dan kecoa dimana2. Sepulang mudik pun Nahl bobo larut malam. Paginya, setengah 6 malah kita bangunin untuk jalan kaki 4 km, maksud dedi biar kita semua sehat, tapi kita ga mikir Nahl saat itu kecapaian. Kupikir dia anak yang tahan banting karena selama ini memang jarang sekali sakit dibanding Kimi. Dan.. Ternyata alarmnya menyala kencang sepulang jalan pagi dan setelah sarapan indomie (hiks..nyesel juga kasi dia indomi) lusa kemarin demam tinggi sampai 40 C, disitulah aku ditunjukkan Allah sama yang namanya kejang demam..suatu hal yang menjadi mimpi terburuk bagi setiap orangtua, terjadi pada Nahl kecilku. Tiba-tiba aja, lagi bobo di pangkuanku dalam keadaan demam, mata Nahl tiba-tiba terbuka lebar dan melihat ke sudut atas kamar. Kupikir dia lagi liat apa, tapi lama-lama aku curiga dan mulai memanggilnya, tidak ada respon. Akhirnya aku gendong dia sambil panggil-panggil namanya dengan panik, dedinya juga panik. Dengan mata tetap melihat satu sisi, lama-lama bibirnya membiru, hancur berkeping-keping hatiku melihatnya. Nahl yang biasanya selalu tersenyum lebar kali ini hanya memandang ke atas tanpa berkedip dengan mulut menganga sedikit. Kami memanggil-manggil namanya dan aku memanggil2 Penciptanya berkali-kali supaya memaafkan dosa-dosaku, aku pasrah dan seketika jatuh di titik nol dalam kehidupanku. Aku seperti tau ini akan berakhir tidak baik..Nahl seperti mau meninggalkan kita semua...kimi juga histeris lihat adiknya kayak gitu..hiks..

Lama aku peluk dulu dia sebelum mau memastikan ke ugd deket rumah. aku sungguh ga mau terburu-buru ke RS saat itu. Aku peluk-peluk dan panggil dia dulu sambil lihat perubahannya. Tapi aku benar-benar ingin tahu apakah itu yang namanya kejang demam atau tidak. Karena setahu aku, kejang demam kan tangan kaki kaku, ini enggak. Setahu aku pun, kejang demam kan bibir tidak membiru, ini kok membiru. Tapi aku menenangkan diriku sambil tetap memanggil-manggil namanya dan lama-lama dia memuntahkan air dan bibirnya memerah lagi. Alhamdulillah Allahhuakbar..tetap aku jalan keluar rumah sambil gendong dia ke ugd mau pastikan..sampai di dalam klinik pun aku masih coba untuk tenang ga langsung ke bagian pendaftaran karena aku tahu Nahl sudah mulai 'kembali' lagi. Aku coba ajak becanda, aku kitik2in perutnya ternyata dia mulai respon geli walau belum tertawa. Dedinya pun sempet aku biarkan balik dulu ke rumah untuk ambil kartu pendaftaran sambil aku mau lihat perubahan pada Nahl. Sesampainya dedi ke klinik, baru aku ke dokternya. Ternyata memang benar Nahl kejang demam kata dokternya, bibir membiru itu juga bagian dari kejang demam katanya. Suami sudah lihat gejala kalau isterinya akan menolak parasetamol, akhirnya dia kasih isyarat tegas ke aku kalau aku dilarang keras untuk kekeuh ga kasi parasetamol saat itu. Tapi yaudahlah daripada debat depan dokternya, aku pasrah aja Nahl dikasi parasetamol saat itu melalui dubur. Niatku ke RS sebenernya mau nanya apa bener itu kejang demam atau kejang yang lain. Saat itu dia sudah mulai sadar karena udah bisa disuruh nunjuk bibir atau apa. Tapi memang belum bisa diajak ketawa. Hatiku agak pedih lihat dia diberi penurun panas..tapi yaudah kalau itu yang terbaik untuk kami saat itu (daripada kita berentem hehe). Suhu mulai turun ke 39, 7 dan Nahl sudah bisa mengangguk ketika ditanya "nahl mau mainan ga?" hehe.. baru dokternya bilang kami boleh pulang dan dioleh2in antibiotik, obat batuk, dan obat demam.

Sesampai di rumah, lama-lama Nahl mulai bisa berceloteh. Ya Allah bahagianya aku melihatnya 'kembali'. Aku cium, aku peluk dia lama sekali sambil bilang "Nahl, jangan tinggalin momi lagi ya Nahl, momi sayang banget sama nahl.." lalu dia lap air mataku.
Nahl sadar setelah kejang demam


Ketika itu suhunya memang sudah turun dan berkeringat..lalu dia mulai bisa dikasi makan. Makannya pun masih seadanya (KFC huhu..), bukan makanan sehat atau apa. Tapi tetap diberi VCO dan madu manuka. Jam 7 malam nahl mulai demam kembali, dan sepertinya mulai ke 39 lebih. Dedi yang sangat trauma saat itu menegaskan ke aku kalau sampai 15 menit lagi nahl ga ada perubahan mau dikasi parasetamol. Kalimat itu seperti ancaman buatku yang sangat ga setuju. Yah maklum, aliranku beda dengan aliran orang normal. Menurut pandanganku, parasetamol hanya akan memberi 'efek sembuh palsu' dan malah menghambat kerja tentara imun tubuh dalam memerangi patogen yang masuk. Debat sengit memang sempat terjadi antara kami. Tapi aku kemudian mengalah kembali, Nahl kembali disuapi parasetamol oleh dedinya.

Tengah malam memang tubuhnya berkeringat kembali dan suhunya turun. Tapi entah karena trauma tadi kan juga sempat turun abis dikasi paracetamol sama dokter pas di klinik toh kemudian malah naik lagi suhunya, akhirnya aku pun masih deg2 serr..walau lihat nahl sudah turun demamnya. Ketika nahl bobo, jam 9 malam aku nyuci2 baju yg sudah menumpuk dulu supaya besok bisa lebih fokus jaga nahl. Keingat di kulkas ada 2 boks tulang-tulang ayam organik yang aku seringkali kumpulin dari bekas keluargaku makan. Akhirnya aku nyalain kompor kurebuslah semua tulang itu utk bone broth esok hari.

Pagi2 mulai makan buah2an aja si Nahl. Aku pun mulai membuat perjanjian pada mereka, tidak ada lagi minum2an manis mulai sekarang ya, walau wiken? Mereka menyetujuinya. Makan junk tiap wiken n hari2 libur masih kubolehkan, kataku saat itu, tapi tidak utk minum2an manis yg berwarna ya? Oke kata mereka. Ini berguna supaya mereka tidak terlalu bablas ketika ngejunk tiap wiken. Semoga lama2 aku bisa membuat mereka tetap makan sehat walau wiken amin.

Lalu mulai aku rutin memberikan herbal tea tiap beberapa jam, dan vco saat itu. Siang jam 11 kujemur 15 menit punggungnya. Demam tingginya memang udah ga muncul lagi tetapi sore badannya mulai sumeng, aku mulai tegang lagi, bayangan kejang masih membekas diingatanku. Lalu terakhir aku buatkan green smoothie jam 3 sore, habis itu nahl mulai suhu normal alhamdulillah ya Allah, antibiotik dan obat batuknya ga disentuh sama sekali. Ditutup dengan makan bone broth malam ini. Kimi dan Nahl tidur pulas dan nyenyak malam ini. Ya Allah..maafkan dosaku..sehatkan selalu mereka.

Dari kejadian ini, kimi jadi lebih sayang sama adiknya, dia baru mengerti bahwa seseorang akan baru merasa menyesal dan kehilangan jika ditinggal pergi oleh anggota keluarganya.

Dan juga mengajarkanku terkadang ada saatnya idealisme harus ditinggalkan untuk kebaikan bersama.

Demikian kisah sedih_bahagia kali ini..

Comments

Popular Posts