Dampak Perubahan Pola Makan Bagi Kesehatan Keluargaku

Kebetulan sudah 2 tahun lebih lamanya saya mengubah pola makan diri saya sendiri dan anak-anak, kalau suami baru sedikit sih bisa diubah hehe... Selain menerapkan jadwal pola makan sehat, saya juga memberlakukan kebiasaan-kebiasaan sehat lainnya seperti berjemur dibawah matahari terik, melepaskan ketergantungan terhadap bahan-bahan kimia pabrikan termasuk detergen, obat pembersih toilet, pasta gigi, sabun mandi, sampo, deodoran, dan sabun cuci piring. Memang kami berempat sebelumnya tidak punya masalah serius dalam hal kesehatan jadi testimoni ini tidak sehebat cerita seorang survivor kanker, tetapi selama 2 tahun lebih itulah saya merasakan perubahan yang menurutku luar biasa sebagai berikut.
Anak-anak yang semakin sehat setelah saya berlakukan diet sehat

Pertama, dulu anak pertama (Kimi, lahir bulan Juni 2008) sering sakit batpil-sesak-demam lebih dari 3 hari yang berulang hampir setiap 3 bulan sekali sehingga selalu berujung minum antibiotik dari RS . Sekarang walaupun masih tetap sesak ketika dia kambuh (dan ini kucurigai karena kesalahanku yang dahulu, pernah meminumkan dia antibiotik spektrum tinggi karena panik dan asal nyari dokternya dan sejak itu dia gampang sekali sakit dan sekalipun sudah diet sehat si sesak itu kadang muncul juga), tetapi Kimi ga pernah lagi sakit yang sampai harus buat panik satu RT. Kalaupun Kimi kambuh, walau masih sesak, demamnya itu ga pernah lebih dari 12 jam dan itupun cuma anget dikit alias sumeng. Ga pernah lagi minum obat-obat dokter sekalipun hanya parasetamol. Dulu mah kalau kambuh jidatnya kaya panci di kompor dan selalu bikin emaknya sedih bin murung karena terpaksa menyuapinya parasetamol hehe..Oiya walaupun makan sudah dijaga (kecuali sabtu minggu hari bebas makan), Kimi masih menyisakan PR bagiku karena alergi di kulit bagian paha nya belum juga hilang, sebelumnya kupikir karena alergi sabun komersil, tetapi setelah mandi hanya pakai air saja pun kulit pahanya belum juga membaik, masih terasa kasar dan kadang gatal katanya. Baiklah semoga dengan seiring berjalannya waktu akan terjadi perubahan positif amin.

Kedua, kalau adiknya (Nahl, lahir bulan Maret 2012), dulu karena masih asi aja makanannya dan emaknya belum diet sehat, Nahl walau sampai saat ini belum pernah minum antibiotik dokter dulu ketika makan MPASInya asal-asalan dan minum asi dari emak yang dietnya juga asal-asalan, Nahl pernah sakit seperti campak (mungkin lebih tepatnya kena virus Roseola) tetapi bener-bener saat itu sampai berhasil membuat saya nangis sampai nelpon kakak saya malam-malam (kakakku seorang dokter) bertanya apakah Nahl sakit gawat. Akhirnya hari ke 4 demam ga kunjung turun saya memutuskan ke RS, untungnya di RS saya sadar Nahl pasti bukan sakit gawat mungkin hanya kurang cairan karena sudah dehidrasi (ga pipis selama 13 jam, dan bodohnya saya biarkan gak dipaksa minum). Akhirnya saya beri minum pakai sendok di RS, setelah ambil obat-obatan, begitu di tengah jalan menuju arah pulang anehnya Nahl seperti baik-baik saja, dan hari ke 5 panasnya turun tanpa harus meminumkan obat2nya. alhamdulillah. Nah, setelah diet sehat alhamdulillah ini anak kuatnya masyaAllah, insyaallah kalau dietnya dipertahankan sampai Nahl tua, semoga dia bisa benar-benar tidak pernah berurusan sama yang namanya Rumah Sakit dan tidak perlu menyentuh obat-obatan farmasi seumur hidupnya amin amin.


Ketiga, Dedinya walau cuma ikutan minum jeruk nipis hangat ketika bangun pagi plus sarapan buah-buahan saja, itupun sudah terlihat hasilnya. Dulu sebelum diet sehat, suamiku sering sekali sakit tenggorokan tiap 3 bulan minimal, kadang disertai demam dan sakit kepala, karena itu sering sekali stok panadol dirumah ketika awal-awal menikah. Sekarang? alhamdulillah ga pernah lagi yang namanya sakit tenggorokan, tapi karena dedi masih 'bandel' masih sering makan gorengan, bakso, makanan pabrikan lain walau sering saya omelin, jadi ya memang agak lebih sering flu daripada saya, walau tidak pernah lagi mengandalkan obat pana*ol ketika flu datang. Ketika si suami mulai gejala flu, andalannya hanya minum madu manuka , jadi ga pernah ke arah sakit tenggorokan n demam lagi, alhamdulillah :)

Keempat, saya sendiri dulu selalu pilek, atau ini mungkin yang dinamakan sinusitis ya, setiap saat hidung seperti ada sumbatan apalagi kalau malam, weleh susah bener nafas. Sekarang? alhamdulillah tidak ada keluhan seperti itu kecuali ketika saya bandel makannya ya. Nafas plong setiap malam sangat membuatku bersyukur sudah mengubah pola makan :) Tetapi sayangnya sejak menganut pola makan 80% rawfoodist, saya kurus ! Malah banyak yang ketemu saya mengira saya sedang sakit keras, haha.. Tapi coba deh lihat para rawfoodist di Youtube mereka memang kurus-kurus lho, tapi yang penting mereka sehat dan benar-benar tidak pernah berurusan dengan yang namanya Rumah Sakit dan obat-obat farmasi (pembelaan ala saya kalau dikatain kurus hahaha). Itu dari makan ya, berikutnya mengenai perubahan positif yang terjadi pada saya ketika hampir setahun meninggalkan sampo komersil bisa dibaca disini ya. Selain sampo, perubahan yang saya dapat setelah meninggalkan deterjen adalah kaki saya sekarang bebas dari mata ikan dan alergi (walau masih terlihat kering karena gak saya rawat dengan oil hehe), tapi yang benar-benar buat saya heran ya hilangnya mata ikan itu tadi. Padahal dulu sempat kepikiran mau dioperasi saja karena sangat mengganggu aktivitasku. Alhamdulillah, jadi ga perlu operasi :) dulu kaki bisa pecah-pecah sampai berdarah, sekarang pun sudah ga ada lagi acara jalan pincang-pincang hehe. Namun yang masih menjadi PRku, aku masih punya masalah dengan kulit jari tangan, seperti alergi deterjen padahal saya sudah tidak pernah menggunakan deterjen sama sekali. Hmm, mungkin time will heal, baiklah akan kutunggu. 

PR tersisa saya setelah hidup lebih alami : alergi pada kulit jari tangan belum juga hilang :(
Jadi, coba giliran anda yang membuktikannya sendiri ya :) ditunggu sharingnya !

Comments

Popular Posts